RSUD dr. Soegiri Lamongan melalui Tim Promosi Kesehatan Rumah Sakit (PKRS) menggelar kegiatan edukasi kesehatan bagi para pasien dan pengunjung di ruang tunggu Poli THT. Edukasi ini diangkat untuk meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap bahaya Noise-Induced Hearing Loss (NIHL) atau gangguan pendengaran akibat bising.
Melalui materi yang disampaikan, masyarakat diingatkan bahwa pemicu utama NIHL adalah paparan suara keras di atas 85 dB dalam kurun waktu lama. Beberapa faktor risiko yang kerap ditemui sehari-hari antara lain:
- Penggunaan earphone atau headset dengan volume tinggi.
- Lingkungan kerja yang bising.
- Suara dari sound system berdaya tinggi.
- Paparan musik atau konser bervolume sangat keras.
Kapan Harus Memeriksakan Diri ke Dokter?
Masyarakat diimbau untuk tidak menganggap remeh masalah pendengaran. Segera lakukan konsultasi ke Poli THT apabila mengalami gejala-gejala berikut:
- Telinga berdenging (tinnitus) lebih dari 2 hari.
- Kemampuan pendengaran menurun secara mendadak atau bertahap.
- Rasa sakit atau nyeri pada telinga setelah terpapar suara bising.
Melalui edukasi berkala ini, RSUD dr. Soegiri berharap masyarakat lebih bijak dalam menjaga kesehatan telinga serta membatasi paparan bising demi mencegah kerusakan pendengaran di masa depan.


Topik: #Lamongan Sehat




